Berlatih Kesadaran dalam Kehidupan Keseharian


Sebuah refleksi kehidupan melalui praktik Mindfulness dalam kehidupan keseharian.

Photo by Tanaphong Toochinda on Unsplash
Yesterday is history, tomorrow is a mystery. But today is a gift- that is why we call it Present. (Kungfu Panda)

Saya bukanlah seseorang yang ahli di bidang Mindfulness. Namun saya sesekali berlatih baik secara mandiri maupun dibawah pengawasan Psikolog Klinis maupun Praktisi Mindfulness lainnya. Sesekali berlatih meditasi mandiri juga di rumah terutama di pagi hari dan sesaat sebelum tidur. Saya suka melakukan praktik-praktik Mindfulness dimana kita bisa melakukannya dalam kegiatan sehari-hari seperti berkebun, berjalan kaki, makan, menulis, merajut, dan lain sebagainya. Saya juga melakukan teknik Meditasi seperti Meditasi Cinta Kasih (Self-Compassion) dan Body Scan, serta beberapa teknik pernapasan seperti Box-Breathing.

Berkebun Buah Tin / Fig | Foto: Dokumentasi Pribadi.

Melakukan pekerjaan rumah sehari-hari dengan penuh kesadaran membuat saya lebih sadar akan dunia sekeliling. Menginjak rumput di pagi hari, mencium aroma embun pagi yang basah, menyiram dan memanen tanaman di halaman rumah. Sungguh kegiatan yang menenangkan dan menyenangkan. Dulu saat Ayah saya masih hidup, Beliau lah yang menanam dan menyirami semua tanaman tersebut. Buah tin, pepaya Jepang, ubi jalar, ginseng, cabai, lemon, dll. Sekarang saya hanya melanjutkan apa yang sudah Beliau lakukan dahulu.

Saya sempat berlatih dan berguru praktik Mindfulness di bawah bimbingan Psikolog Klinis profesional. Selepas pandemi Covid, saya juga berlatih Mindfulness di kelas Rabu Malam bersama Pak Wijoyo Adinugroho yang kini memfokuskan diri di bidang forest-bathing meditation di Yogyakarta. Sebagai seseorang yang bergumul dengan kondisi kesehatan mental yang naik turun, latihan kesadaran dan pernapasan sangat membantu menstabilkan suasana hati saya.

Inti dari berlatih kesadaran melalui praktik Mindfulness adalah untuk tetap terhubung dengan masa kini, tidak tenggelam dalam kenangan masa lalu dan ilusi akan masa depan. Sama seperti pepatah yang saya tulis di awal, bahwa kita hidup di masa kini. What matters is here and now. Kehidupan modern cenderung menarik fokus dan pikiran seseorang ke masa lalu dan masa depan. Otak kita sibuk dan ruwet dengan ruminasi atau pikiran berulang tentang kejadian-kejadian di masa lalu dan ketakutan akan masa depan. Untuk itulah kita perlu berlatih untuk hadir di masa kini. Sebagai Umat Muslim, saya juga menyadari bahwa praktik Mindfulness juga dilakukan di dalam Islam; seperti sholat lima waktu dan berdzikir kepada Tuhan.

Apa yang kita pikirkan dan kita ulangi terus-menerus akan membentuk pola pikir dan perilaku kita.

Demikianlah konsep dasar kinerja otak manusia. Pengulangan membentuk penguatan jalur baru dalam pikiran. Penting bagi kita untuk memilah dan memilih hal apa saja yang kita ijinkan untuk masuk ke dalam kesadaran kita. Karena pengulangan membentuk kebiasaan.

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Prof. Riza Putranto tentang Biologi Molekuler, tautannya bisa dibaca di sini.

Manusia adalah makhluk yang sadar bahwa dirinya sedang sadar. Dalam ranah Ilmu Psikologi ini disebut sebagai Metakognisi, yang dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk kecerdasan. Manusia dapat menyadari bahwa Ia sedang berpikir dan bertindak. Sayangnya, kadang kita tidak bisa mencegah tindakan buruk yang kita lakukan. Menyadari tidak sama dengan mencegah suatu tindakan untuk terjadi. Dalam ranah Mindfulness, di sanalah perlunya kita melakukan jeda dan melakukan segala sesuatu secara sadar. Tidak selalu kita harus merespon setiap impuls / rangsangan yang masuk ke dalam otak kita melalui panca indera saat itu juga. Berjeda memberi otak kita waktu untuk memproses pikiran menjadi tindakan yang mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak berujung pada penyesalan.


Dalam beberapa jurnal penelitian sudah banyak disebutkan bahwa melakukan kegiatan multitasking dapat menurunkan kemampuan dan kecerdasan otak seperti salah satu artikel yang dirilis oleh halodoc.com. Melakukan hal sederhana seperti bernapas, berjalan, meditasi dapat memutus rantai overthinking di dalam kepala yang salah satunya disebabkan oleh perilaku multitasking yang membuat otak kita mengalami kebingungan dan penurunan kinerja. Berjeda 10–15 detik sebelum melakukan suatu tindakan dapat menghindarkan kita dari tindakan-tindakan yang gegabah yang mungkin akan kita sesali di masa depan. Mungkin karena itulah kegiatan yang bersifat kontemplatif dan meditatif diperlukan di dunia modern kita saat ini, seperti kehidupan di perkotaan yang serba cepat dan serba instan. Hal lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi serta meredakan stress yaitu teknik pernapasan yang disebut sebagai teknik pernapasan kotak / box breathing. Teknik ini sangat baik untuk membantu meningkatkan energi, meredakan stress dan menaikkan fokus pikiran. Ini juga termasuk dalam salah satu teknik dalam Mindfulness.

Di antara beberapa kegiatan berkesadaran yang saya lakukan, ada dua hal yang saat ini sedang sangat saya sukai. Menulis dan merajut. Saya berusaha menuangkan keruwetan isi pikiran melalui tulisan. Membiarkan alam bawah sadar berkelana bebas di dalam pikiran dan ditangkap oleh jari-jemari di atas buku atau keyboard. Kadang mengalir begitu saja, kadang perlu dipikirkan berkali-kali sebelum dituangkan.

Sementara itu kegiatan merajut, sebuah Grandma hobby yang sudah saya pelajari secara otodidak selama lebih dari dua dekade terakhir, memberi efek relaksasi yang serupa dengan meditasi. Knitting is meditating. Repetition brings relaxation to the mind. Jika waktu dan situasinya memungkinkan, saya bisa merajut seharian di akhir pekan. Selain melatih panca indera agar tetap berjangkar pada kesadaran, saya juga merasa merajut memberi efek reward bagi diri sendiri. Entah sudah berapa banyak produk rajutan yang telah saya hasilkan selama belajar merajut. Sebagian besar saya berikan sebagai hadiah bagi keluarga dan kerabat, sebagian lagi saya donasikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Perasaan mampu menghasilkan sesuatu dan memberikan barang yang bermanfaat bagi orang lain memberikan perasaan puas dan bahagia bagi diri sendiri. Sungguh perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Banyak hal dalam keseharian yang dapat kita lakukan dengan penuh kesadaran dan memperoleh manfaat darinya. Pertanyaan saya: kegiatan berkesadaran apa yang menjadi favoritmu dalam keseharian? Dan hal apa yang dapat meningkatkan suasana hatimu saat sedang merasa tidak baik-baik saja?

Sekian.

Komentar

Postingan Populer