STRESS AWARENESS MONTH: KNIT MORE, STRESS LESS


Seberapa penting sih arti sepotong proyek rajutan buat kamu?

Bagi non-crafter, mungkin ada sebagian orang yang enggak bisa bedain antara rajutan handmade dan rajut mesin. Dari segi harga jelas beda! Harga rajutan handmade bisa berkali-kali lipat rajut mesin. Kenapa bisa begitu? Karena waktu pengerjaan dan tingkat kesulitannya berbeda. Sehelai selendang / shawl misalnya, waktu pengerjaannya bisa beberapa minggu. Coba bandingkan dengan rajut mesin yang mungkin dalam beberapa jam aja udah jadi satu selendang. Sementara rajutan handmade, kamu udah ngabisin waktu seharian aja paling baru dapet beberapa puluh baris.

Kenapa sih orang-orang seneng banget ngabisin waktu berjam-jam untuk crafting? Bahkan ada yang sehari-hari kerjaannya ngumplek-nguplek benang aja. Bosen ngeliatnya? Jalan-jalan sono daripada senewen sendiri, hehehe tapi kalo dihadiahin rajutan handmade yang udah jadi tinggal pake aja mau kaaan? ;)

Jangan salah, para ilmuwan neuroscience sekarang lagi getol-getolnya nyari tau apa sih manfaat crafting buat kesehatan kita; dalam hal ini kesehatan otak kita (neuroscience adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan cara kerja otak manusia). Ternyata gerakan-gerakan dalam crafting yang kita lakukan itu, bermanfaat untuk kesehatan otak. Gerakan repetitif dalam merajut misalnya, gerakan berulang dan ritmik saat memindahkan benang dari jarum kiri ke jarum kanan, terutama menggunakan pola tusukan sederhana seperti stockinette atau garter stitch ternyata membantu pelepasan hormon Serotonin dalam otak yang bisa bikin kita merasa rileks. Nggak heran kalau para knitters yang kerja kantoran dengan beban stress kerja tinggi seneng bawa rajutan ke kantornya. Pas lagi stress karena kerjaan, tinggal keluarin alat tempur rajutnya, ngerjain beberapa baris WIP (work-in-progress; atau proyek rajutan yang lagi dikerjain saat itu), beberapa menit kemudian biasanya kita akan merasa lebih santai dan stress less. Simpel, murah meriah (kecuali pake benang impor kualitas yahud yang pas nyentuh fibernya aja udah bikin ngeces, hehe..), pastinya bikin hepi dan lupa sejenak sama masalah kerjaan! Asal jangan keasyikan terus lupa waktu malah jadi nggak kelar kerjaannya aja, hehehe..

Di luar negeri sana, kegiatan merajut dan crafting pada umumnya juga dijadikan salah satu alat promosi kesehatan (health promotion) di beberapa rumah sakit. Misalnya di salah satu rumah sakit di Bath, UK yang menggunakan kegiatan merajut sebagai salah satu sarana health support di bidang fisioterapi bagi penderita Parkinson, stroke dan dementia sufferer. Tekstur benang yang lembut dianggap mampu menstimulasi kepekaan reseptor syaraf bagi penderita Parkinson dan Stroke. Adapun gerakan repetitif dalam crafting dianggap mampu melatih kontrol gerakan dan koordinasi mata  tangan pada penderita Stroke dan Dementia Sufferer. Sementara perpaduan warna-warni benang yang ceria dianggap mampu meningkatkan suasana hati bagi penderita gangguan mood. (Corkhill, 2012).

Kamu tentu pernah denger istilah Well-being, kan? Istilah "Well-being” alias kesejahteraan mental sekarang naik daun sejak yoga, meditasi, pilates dll booming di mana-mana. Para peneliti Mindfullness meyakini bahwa kegiatan meditatif pada olahraga tersebut mampu meningkatkan rasa rileks dan mengurangi stress sehari-hari. Gerakan saat merajut dan craft lain pada umumnya dianggap mampu meningkatkan fokus dan memberikan efek relaksasi serupa dengan efek meditatif pada yoga dan meditasi. (Corkhill, Hemmings, Maddock, Riley, 2014).

Jangan dikira orang bisa stress itu cuma karena beban kerjaan kantor yang numpuk! Orang yang nggak ada kerjaan, atau yang kerjaannya ngebosenin cuma gitu gitu aja juga bisa jadi stress. Bahkan orang yang kebanyakan main gadget aja bisa stress! Kenapa orang kebanyakan main gadget jadi stress? Karena walaupun badan kita cenderung pasif enggak ngapa-ngapain (biasanya main gadget paling sambil duduk ngopi atau tidur-tiduran kan? Jarang ada orang main gadget sambil lari-larian hehe..), sebenarnya otak kita tetap kerja keras memproses informasi yang kita lihat dari gadget. Pemrosesan informasi yang sangat cepat dalam otak bisa bikin kita stress sendiri, iya dong? Hal itu terjadi karena kapasitas otak manusia dalam menampung informasi dalam satu waktu ada batasnya. Kalau otak kita kelebihan muatan informasi akibatnya kita bisa jadi stress. Nggak perlu ngebayangin otak kita jadi nge-hang juga sih walaupun kasarannya mungkin bisa dibilang begitu wakakak so main gadgetnya woles aja bro & sis.. :p

Kamu pasti sering lihat foto-foto seleb Hollywood yang bawa proyek rajutan ke lokasi syuting, kan? Sederet seleb dunia sekelas Catherine Heighl, Amanda Seyfried, dan seleb yang super ngehits di dunia per-knitting-an sampe jadi covernya majalah Vogue Knitting segala, si mbak Krysten Ritter; hobi banget ngerajut di kala istirahat syuting. Kira-kira kenapa alasannya mereka suka ngerajut di antara waktu break syuting? Kayaknya alesannya simpel ya, daripada ngelamun! Kegiatan merajut dan crafting lainnya bisa bikin fokus kita balik lagi setelah jalan-jalan kemana-mana alias mind wandering.

Buat orang-orang yang mentally healthy, mungkin fine-fine aja dan gampang aja ngebalikin lagi fokus kita setelah pikiran kita kemana-mana. Namun bagi orang-orang dengan gangguan kesehatan mental seperti anxiety disorder, panic attack, agoraphobia (ketakutan saat berada di ruangan terbuka), depresi dan gangguan mood lainnya, membuat pikiran kita fokus pada hal-hal yang positif itu susahnya bukan main! Bawaannya panik, stress dan cemas aja. Hal itu belum tentu karena keinginan kita sendiri lho ya, tapi semata-mata karena memang ada ketidakstabilan hormon di dalam otak. Saat tubuh kita kekurangan hormon Serotonin, akibatnya kita jadi gampang panik dan susah berpikir jernih. Kegiatan repetitif dan ritmik yang melibatkan gerakan motorik kedua tangan kita di titik bilateral tubuh, dianggap mampu menstimulasi sekresi hormon Serotonin yang bikin rileks itu tadi (Corkhill, 2012).

So just sit back, take a deep breath, have a cup of tea, grab your yarn and needle then knit on. Everything will be just fine. Happy Stress Awareness Month dear fellow knitters worldwide!

Komentar

Postingan Populer